Bahasa Aram

Bahasa untuk upacara kegamaan. Bahasa Aram adalah bahasa asli sebagian besar Kitab Daniel dan Ezra dalam kitab suci, dan merupakan bahasa utama Talmud. Bahasa ini juga merupakan bahasa ibu Yesus Kristus (lihat Bahasa Aram Yesus). Aram Modern kini dituturkan sebagai bahasa pertama banyak komunitas yang terpencar, terutama oleh bangsa Assyria dan Chaldea. Bahasa ini dianggap sebagai bahasa yang terancam.

Bahasa Aram tergolong dalam rumpun bahasa Afro-Asia yang terdiri dari berbagai bahasa. Bahasa ini merupakan bagian dalam subfamili Semitik. Aram adalah bagian dari grup bahasa Semitik Barat Laut, yang juga termasuk bahasa Kanaan (seperti bahasa Ibrani). Bahasa Aram juga berhubungan dengan bahasa Arab, menjadi bagian dari bahasa Semitik Tengah; satu sumber yang kemungkinan besar untuk aksara Arab adalah aksara Aram Nabatea.

Persebaran geografi

Selama abad ke-12 SM, bangsa Aram, penutur ibu bahasa Aram, mulai menetap dalam jumlah besar di Suriah, Irak dan Turki timur. Dengan bahasa Aram berkembang menjadi lebih penting, Aram mulai dituturkan di kawasan pantai Levant di laut Tengah, dan menyebar ke timur Tigris. Penetap Yahudi membawa bahasa ini ke Afrika Utara dan Eropa, dan misionaris Kristen membawa Aram ke Persia, India dan bahkan Tiongkok. Sejak abad ke-7, bahasa Aram digantikan oleh Bahasa Arab sebagai lingua franca Timur Tengah. Meskipun digantikan, bahasa Aram tetap dituturkan sebagai bahasa sastra dan agama orang Yahudi, Manda dan beberapa orang Kristen. Bahasa ini masih dituturkan oleh komunitas kecil yang terisolasi di seluruh kawasan pengaruh awal. Perubahan pada dua abad yang lalu menunjukan penutur bahasa pertama dan Aram terpecah di seluruh dunia.

Bahasa dan dialek Aram

Bahasa Aram sebenarnya adalah sekumpulan bahasa yang berhubungan, dan bukan bahasa monolit tunggal. Sejarah panjang bahasa Arami, kesusasteraan yang meluas, dan penggunaannya oleh berbagai komunitas religius merupakan faktor-faktor yang menyebabkan diversifikasi bahasa ini. Beberapa dialek Aram dapat saling dipahami, sementara yang lain tidak. Beberapa bahasa Arami dikenali dengan nama yang berbeda; contohnya, bahasa Suryani khususnya digunakan untuk mendeskripsikan bahasa Aram Timur yang dituturkan oleh komunitas Kristen. Kebanyakan dialek dapat dideskripsikan sebagai “Timur” atau “Barat”, dengan sungai Efrat sebagai garis pemisah, atau sedikit ke barat. Pembagian ini juga membantu pemahaman antara bahasa-bahasa Aram, yang terbagi menjadi:
Bahasa-bahasa modern (sering disebut Neo-Arami);
Bahasa-bahasa yang masih digunakan sebagai bahasa kesusasteraan
Bahasa-bahasa yang sudah punah dan hanya menarik minat para cendekiawan.

Walaupun terdapat beberapa pengecualian dalam pembahagian ini, klasifikasi ini memberikan periode “Modern”, “Pertengahan”, dan “Lama”, bersama dengan kawasan “Timur” dan “Barat”, untuk membedakan berbagai bahasa dan dialek Aram.
Aksara Aram terawal berdasarkan dari aksara Fenisia. Dengan berjalannya waktu, aksara Aram terus mengembangkan gaya “kotak”nya. Bangsa Israel kuna dan bangsa Kanaan lainnya menggunakan aksara ini untuk penulisan bahasa mereka sendiri, dan oleh sebab itu, aksara ini kini lebih dikenal sebagai aksara Ibrani. Abjad ini merupakan sistem penulisan Kitab Suci Aram dan karya Yahudi lainnya dalam aksara Aram.

Sistem penulisan utama lainnya yang digunakan untuk bahasa Aram dikembangkan oleh komunitas Kristen, dan merupakan sistem “tulisan sambung” yang dikenal sebagai aksara Suryani (salah satu kelainan aksara Suryani adalah “Serto” yang ditampilkan pada gambar di sebelah kiri).

Bentuk alfabet Aram yang banyak diubah adalah aksara Manda, yang digunakan oleh bangsa Manda.

Sebagai tambahan untuk sistem penulisan tersebut, beberapa bentuk alfabet Aram digunakan pada zaman kuna oleh beberapa grup: Nabatea di Petra, Aksara Palmyrene di Palmyra. Pada era modern, Turoyo kadang-kadang ditulis dalam aksara Latin yang disesuaikan.

Sejarah

Berikut merupakan sejarah bahasa Aram. Sejarah bahasa ini terbagi menjadi tiga periode:
Aram Kuna (1100 SM–200), termasuk:
Kitab Suci Aram.
Bahasa Aram Yesus.
Aram pertengahan (200–1200), termasuk:
Bahasa Surayani.
Aram Talmud, Targumim, dan Midrashim.
Aram modern (1200-sekarang), termasuk:
Berbagai bahasa Aram lainnya.

Klasifikasi ini didasarkan dari klasifikasi yang digunakan oleh Klaus Beyer.

Aram Kuna

Aram kuna meliputi lebih dari tiga belas abad sejarah bahasa ini. Jarak antar masa yang besar ini dipilih karena terdapat seluruh bahasa Aram yang kini telah punah. Titik balik utama Aram Kuna adalah sekitar 500 SM, ketika Aram Purba (bahasa Aram) berubah menjadi Aram Imperial (bahasa dari kekaisaran yang kuat). Berbagai dialek yang diucapkan dalam Aram Kuna menjadi nyata ketika Yunani menggantikan Aram sebagai bahasa kekuasaan di wilayah tersebut.

Aram Purba

Aram Purba merujuk pada bahasa Aram yang dituturkan bangsa Aram dari awal sampai menjadi ‘lingua franca’ resmi wilayah Bulan Sabit Subur. Bahasa Aram juga menjadi bahasa negara-kota Damaskus, Hamath dan Arpad.

Aram Purba awal

Terdapat inskripsi yang membuktikan penggunaan awal bahasa ini, bertanggal dari abad ke-10 SM. Inskrippsi tersebut kebanyakan merupakan dokumen diplomatik antara negara-kota Aram. Ortografi Aram pada perioade awal ini terlihat berdasarkan pada aksara Fenisia, dan terdapat kesatuan dalam penulisan bahasa. Terlihat bahwa suatu ortografi lebih dikemas, disesuaikan pada kebutuhan bahasa ini, dimulainya perkembangan dari wilayah timur Aram. Anehnya, dominasi Kekaisaran Assyria dibawah Tiglath-Pileser III terhadap Aram pada pertengahan abad ke-8 menyebabkan dijadikannya bahasa Aram sebagai lingua franca.

Aram Purba Akhir

Batang perak dari Bar-Rakib, putra Panammu, raja Sam’al (Zincirli modern)

Dari 700 SM, bahasa ini mulai menyebar ke seluruh arah, tetapi banyak kehilangan homogenitas. Dialek yang berbeda muncul di Mesopotamia, Babilonia, Levant dan Mesir. Namun, Aram yang dipengaruhi bahasa Akkadia di Assyria, dan lalu di Babilonia, mulai datang kedepan. Seperti yang dideskripsikan dalam Raja-raja 2, 18:26, Hezekiah, raja Yehuda, bernegosiasi dengan duta besar Assyria dalam bahasa Aram sehingga orang awam tidak amengerti. Sekitar 600 SM, Adon, raja Kanaan, menggunakan bahasa Aram untuk menulisa kepada Firaun Mesir.

‘Chaldee’ atau ‘Aram Chaldea’ digunakan sebagi istilah umum untuk Aram dinasti Chaldea di Babilonia. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan kitab suci Aram, yang ditulis dalam gaya kemudian. Bahasa ini tidak sama dengan bahasa Neo-Aram Chandea modern.

Aram Imperial

Sekitar 500 SM, mengikuti penaklukan Mesopotamia oleh Akhemenid dibawah Darius I, Aram (seperti yang telah digunakan pada wilayah tersebut) digunakan oleh para penakluk sebagai “kendaraan untuk komunikasi tertulis antara wilayah yang berbeda dari kekaisaran besar dengan bangsa dan bahasa yang berbeda. Penggunaan satu bahasa resmi, yang telah digelarkan Aram Resmi atau Aram Imperial oleh kesarjanaan, dapat diasumsikan telah banyak menyumbang keberhasilan Archaemenid dalam mempertahankan wilayah jauh mereka bersamaan dengan untuk kurun waktu yang lama yang mereka telah lakukan”.[2] Pada tahun 1955, Richard Frye mempertanyakan klasifikasi Aram Imperial sebagai ‘bahasa resmi’, mencatat bahwa tidak terdapat dekrit dan tidak jelasnya persetujuan status bahasa khusus apapun. Frye mengklasifikasikan kembali Aram Imperial sebagai lingua franca dari wilayah Archaemenid, selanjutnya mengusulkan bahwa penggunaan Aram era-Archaemenid lebih menyerap daripada yang umumnya dipikirkan.

Aram Imperial sangat distandarisasi; ortografinya didasarkan dari akar sejarah daripada dialek yang dituturkan, dan pengaruh Persia yang tidak dapat dihindari memberikan bahasa ini kejelasan dan fleksibilitas kuat. Selama berabad-abad, setelah runtuhnya Kekaisaran Akhemenid (tahun 331 SM), Aram Imperial – atau cukup dekat untuk dikenali – akan tetap berpengaruh dalam berbagai bahasa asli Iran. Naskah Aram dan – sebagai ideogram – kosakata Aram akan tetap bertahan sebagai karakteristik penting sistem penulisan Pahlavi.

Salah satu koleksi terbesar teks Aram Imperial terdapat pada batu kubu Persepolis, yang terhitung sekitar lima ratus teks.[5] Banyak dokumen menyaksikan bentuk Aram ini berasal dari Mesir, dan Elephantine khususnya. Dari mereka, yang paling banyak dikenal adalah Kebijaksanaan Ahiqar, buku aforisme instruktif yang gayanya agak mirip dengan buku peribahasa alkitab. Bahasa Aram Akhemenid cukup seragam sehingga seringkali sulit untuk mengetahui di manakah sebuah contoh tertentu bahasa ini ditulis. Hanya pemeriksaan saksama yang bisa menunjukkan adanya kata serapan dari sebuah bahasa setempat yang kadangkala terjadi.

Tiga puluh dokumen Aram dari Bactria baru saja ditemukan. Sebuah analisis diterbitkan pada November 2006. Teks tersebut, yang ditulis di atas kulit hewan, menggambarkan penggunaan Aram pada pemerintahan Akhemenid di Bactria dan Sogdiana pada abad ke-4 SM.[6]

Penaklukan oleh Alexander Agung tidak menghancurkan persatuan bahasa Aram dan kesusasteraan dengan cepat. Aram yang membawa kemiripan dengan yang berasal dari abad ke-5 M dapat ditemui pada awal abad ke-2 SM. Seleucid menggunakan bahasa Yunani dalam pemerintahan Suriah dan Mesopotamia sejak awal pemerintahan mereka. Pada abad ke-3 SM, Yunani mendahului Aram sebagai bahasa umum di Mesir dan Suriah. Namun, Aram setelah-Akhemenid terus berkembang dari Yudea, melalui Gurun Suriah, dan ke dalam Jazirah Arab dan Parthia.

Penulisan dwibahasa (Yunani dan Aram) oleh raja India, Ashoka, abad ke-3 SM.

Arami Kitab Suci adalah Aram yang dapat ditemui dalam empat bagian Injil Ibrani:
Ezra 4:8–6:18 dan 7:12–26 — dokumen dari periode Achaemenid (abad kelima SM) mengenai restorasi kuil di Yerusalem.
Daniel 2:4b–7:28 — lima kisah subversif dan pandangan wahyu.
Yeremia 10:11 — satu ayat di tengah teks Ibrani yang mengutuk penyembahan berhala.
Kitab kejadian 31:47 — terjemahan dari nama-tempat Ibrani.

Arami Biblikal adalah sedikit dialek hibrid. Beberapa bahan Aram Kitab Suci kemungkinan berasal dari dalam Babilonia dan Yudea sebelum jatuhnya dinasti Achaemenid. Semasa pemerintahan Seleucid, propaganda ketidakpatuhan Yahudi membentuk Aram Daniel. Kisah ini kemungkinan ada sebagai tradisi lisan pada tahap paling awal mereka. Hal ini mungkin menjadi satu faktor yang membawa kepada koleksi berbeda dari Daniel dalam Yunani Septuagint dan Teks Masoretik, yang menghadirkan Ibrani-dipengaruhi Arami yang ringan

Pengolah kata Aram

Pengolah kata bahasa Aram pertama di dunia dikembangkan tahun 1986–87 di Kuwait oleh seorang ahli teknologi informasi muda bernama Sunil Sivanand, yang kini merupakan Direktur Pelaksana dan Kepala Arsitek Teknologi di Acette. Sunil Sivanand membuat kebanyakan dari generasi karakter dan pemrograman pada generasi pertama IBM PC. Proyek ini disponsori oleh Daniel Benjamin, yang merupakan patron dari grup individu yang bekerja untuk memelihara dan memulihkan bahasa Aram.
*sumber: WP etc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s